Jumat, 10 Oktober 2014

Celoteh Roo-Tuan Tanpa Tangan

101020142331

Celoteh Roo

Tuan Tanpa Tangan

Pak!”. Ucapku sambil memberikan sampah penuh makna baginya untuk memanggil salah satu tokoh hidup penuh juang pada ‘Tuan Tanpa Tangan’. “Nyampe Cikupa itu orang jalan kaki kesini (*cikokol) ya begitu nyari botol bekas terus ntar dipungut pake kakinya”. Celetuk si sopir angkot dengan nada kagum ke ‘Tuan Tanpa Tangan’. “Hehe orang-orang kaya gitu mah ga gampang nyerah”. Ucap salah satu penumpang di angkot yang sedang ku tumpangi. “Yang normal aja malah ngeluh mulu”. Kata ku membalas.
Oh Pak! Maaf hanya sebotol bekas minumku saja yang bisa aku berikan, mengingat ‘materi’ yang aku punya, uang maksudku, tiris sekali Pak.. hanya cukup buat ongkos angkot Pak... padahal yang Kau beri untuk-ku merupakan salah satu ilmu mahal.. ‘ILMU MENGHARGAI HIDUP’.
Pak! Malu rasanya mengingat diri pendosa dan pengeluh ini seringkali kurang bersyukur akan hidup.
Tetapi Kau Pak... Berjalan menyusuri tanah Tangerang demi mengumpulkan pundi-pundi pemuas materi dunia.. perak demi perak Kau kumpulkan... Tak peduli fisik kurang lengkap mu Kau berkeliling sambil secara tidak langsung menunjukan makna “HAI! LIHAT AKU! SYUKURI HIDUPMU! TAK SEHARUSNYA... SUNGGUH! TAK SEHARUSNYA KAU BERKELUH DAN SOK MEMELAS PADA SEMESTA LALU MENYERAH AKAN HIDUP! JANGAN! JANGAN! JANGAN KAU MENYEPELEKAN HIDUPMU DENGAN MEMBIARKAN ‘KURANG BERSYUKURMU’ MENGGELAYUTI HIDUPMU! KAU LENGKAP BUKAN??? KAU TAK BOLEH KALAH DARI KU! WAHAI MANUSIA DUNIA!!!”

Ku tengok hari ini... sakit, keluh dan apapun yang Kau rasa kurang tak bisakah Kau lengkapi dengan BERSYUKUR sabarlah menanti... yakin InsyaAllah sungguh pasti Allah akan memberikan “AWARD TERPATUT” untuk mu kelak di mana itu seharusnya teramat sangat layak Kau dapatkan...

Wahai Pak Tuan Tanpa Tangan semoga kelak barokah mu Kau dapati penuh... Aamiin Yaa Robbal Aalamiin...

Dan untuk Bapak Tercinta ku baik-baiklah Kau di bumi Kalimantan sana yah! Jangan lupa lima waktunya... Maafkan aku Pak.. Aku masih belum berguna untuk Mamak Bapak dan Dwiki... Maaf..


0 komentar:

Posting Komentar