Jumat, 10 Oktober 2014

Celoteh Roo-Keluh Asa

101020140003

Celoteh Roo

Keluh asa...

Hampir Sepuluh Surat Permohonan Lamaran Kerja telah Aku buat. Baik itu lewat manual maupun elektronik. Aku, Aku adalah seorang mahasiswa semester awal yang saat ini sedang gencar-gencarnya mencari “LOWONGAN PEKERJAAN” untuk bayar uang semester.

Aku berbeda dengan teman-teman ku yang hampir beberapa dari mereka mungkin sudah bekerja dan dapat besenang ria karena mampu menghasilkan uang sendiri berkat hasil jerih keringatnya. Lalu Aku? Aku telat jauh dari mereka karena waktu akhir sekolah ku dulu ku habiskan dengan mengejar asa yang kini gelap adanya. Asa macam apa itu? PERGURUAN TINGGI NEGRI (PTN). Tak ada kata pantang dalam hidupku, bila ku tengok masa itu ku ikuti dan ku  kejar kemanapun ada Try Out Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri (SBMPTN) .  Segala macam untuk lolos PTN, Aku coba dari mulai belajar hingga doa yang naik surutnya kadang tergoda negatif dunia. Ah! demi apa Aku melakuakan itu? Demi tawaran emas dari Sang Indonesia, khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD) (*Bahkan Aku pernah mengemis* ke salah dua pegawai di KEMDIKBUD di kantor KEMDIKBUDnya langsung. Hahahah bodoh bukan?* ) di Negara-ku tercinta yaitu, BEASISWA BIDIK MISI. Baik itu beasiswa berskala swasta atau negri pernah jua ku kejar. Tapi itu DULU. Kini Ku lepas mereka dan ku gantikan dengan rancangan mimpi baru ku dengan menjatuhkan pilihan di salah satu perguruan tinggi kenamaan di kota rantauan Mamak Bapak-ku di Tangerang.

Jika segala upaya yang telah Aku buat memang belum juga bertemu dengan terangnya, hanya ikhtiar-lah yang mampu Aku tekuni. Tak tau apakah yang SEBENAR-BENARNYA diinginkan segala ‘tempat gawean’ yang Aku jatuhkan pilihannya  tak juga memilihku. Dering nada yang selalu Aku tunggu pun belum juga kunjung datang. Marah? Jelas! Apa kah belum juga Aku pantas menerima penghargaan atas jerih payah idaman yang ditunggu olehku, Mamak, Bapak dan Adikku?. Kapan? Sampai kapan jeritan ini terus menggema di sekitarku?. Astaghfirullahal’adzim...
Aku hanya bisa menghantam dan terus mengayuh hingga menuju menangnya agar bahagia idaman datang merangkul ku.
 dan
Bahagia adalah saat sang idamanmu datang merangkul dan mentatihmu agar terus besama dalam sang tentram.....


0 komentar:

Posting Komentar