101020140003
Celoteh Roo
Keluh asa...
Hampir Sepuluh Surat
Permohonan Lamaran Kerja telah Aku buat. Baik itu lewat manual maupun
elektronik. Aku, Aku adalah seorang mahasiswa semester awal yang saat ini
sedang gencar-gencarnya mencari “LOWONGAN PEKERJAAN” untuk bayar uang semester.
Aku berbeda dengan
teman-teman ku yang hampir beberapa dari mereka mungkin sudah bekerja dan dapat
besenang ria karena mampu menghasilkan uang sendiri berkat hasil jerih
keringatnya. Lalu Aku? Aku telat jauh dari mereka karena waktu akhir sekolah ku
dulu ku habiskan dengan mengejar asa yang kini gelap adanya. Asa macam apa itu?
PERGURUAN TINGGI NEGRI (PTN). Tak ada kata pantang dalam hidupku, bila ku
tengok masa itu ku ikuti dan ku kejar
kemanapun ada Try Out Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri (SBMPTN)
. Segala macam untuk lolos PTN, Aku coba
dari mulai belajar hingga doa yang naik surutnya kadang tergoda negatif dunia.
Ah! demi apa Aku melakuakan itu? Demi tawaran emas dari Sang Indonesia,
khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD) (*Bahkan Aku pernah
mengemis* ke salah dua pegawai di KEMDIKBUD di kantor KEMDIKBUDnya langsung.
Hahahah bodoh bukan?* ) di Negara-ku tercinta yaitu, BEASISWA BIDIK MISI. Baik
itu beasiswa berskala swasta atau negri pernah jua ku kejar. Tapi itu DULU. Kini
Ku lepas mereka dan ku gantikan dengan rancangan mimpi baru ku dengan
menjatuhkan pilihan di salah satu perguruan tinggi kenamaan di kota rantauan
Mamak Bapak-ku di Tangerang.
Jika segala upaya yang
telah Aku buat memang belum juga bertemu dengan terangnya, hanya ikhtiar-lah
yang mampu Aku tekuni. Tak tau apakah yang SEBENAR-BENARNYA diinginkan segala
‘tempat gawean’ yang Aku jatuhkan pilihannya
tak juga memilihku. Dering nada yang selalu Aku tunggu pun belum juga
kunjung datang. Marah? Jelas! Apa kah belum juga Aku pantas menerima
penghargaan atas jerih payah idaman yang ditunggu olehku, Mamak, Bapak dan
Adikku?. Kapan? Sampai kapan jeritan ini terus menggema di sekitarku?.
Astaghfirullahal’adzim...
Aku hanya bisa
menghantam dan terus mengayuh hingga menuju menangnya agar bahagia idaman
datang merangkul ku.
dan
Bahagia adalah saat
sang idamanmu datang merangkul dan mentatihmu agar terus besama dalam sang
tentram.....
0 komentar:
Posting Komentar