Kamis, 13 November 2014

Karena Jika Aku Menyerah.Berarti Itu Bukan Aku!

131120142252

Celoteh Roo

Karena jika Aku menyerah. Berarti itu bukan Aku!
Jelas dengan tegas aku berani mengatakan itu!
Mengapa?
Beruntungnya aku dikeliling oleh orang-orang yang benci dengan ‘Menyerah’

Rosul-Ku Yang Paling Hebat! Ia tak pernah menyerah menyebarkan kebaikan tentang Jalan Allah kepada tiap insan. Meskipun perih terus menerpa usahanya terus tak pernah putus hingga kini aku bangga menjadi bagian dari Jalan menuju indah yang pasti abadi agar dapat bertemu dengan-Nya... Allah SWT...

Satu lagi kebanggaan yang aku punya ialah! Bapak! Banyak praktik nyata darinya yang membuat ku tergugah untuk tak kalah dengan situasi parah!
Berkali-kali gagal dalam berdagang! Usahanya tak pernah surut untuk agar dapat menghidupi kami. Hingga pada saatnya kami harus hidup terpisah oleh pulau. Bapak banting tulang setir tenaga untuk tetap menyejahterakan hidup kami dengan jalur berdagang lagi... Bapak berdagang soto lamongan keliling di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Tak cukup kata untuk melukiskan betapa senangnya aku memiliki seorang Ayahanda sepertinya. Bapak adalah acuanku untuk hidup penuh semangat dan pantang menyerah agar tidak parah.

Hey! Aku punya yang lain lagi! Yang paling aku sayang di dunia ini! Yang paling-paling-paling aku saaaayaaaang! Mamak! Subhanallah! Beruntungnya aku memiliki Mamak! Pengertian luar biasa yang selalu dia kasih ke diri yang lemah ini selalu saja membuatku haru nan bahagia. Mamak bagaikan mesin penyemangat diri sekaligus pelipur lara dalam bentuk nyata yang paling terbaik. Mamak seperti dokter yang mampu membius semangat ku untuk mencapai bahagia.

I have ones again!!! Orang paling konyol yang tau gilanya aku ya dia! Pejantan tanggung harapan keluarga! Adik-ku! Hohoho dia adalah teman paling ajaib yang aku punya. Saudara sekandung yang tercipta untuk mengobati hidupku yang terlalu datar! Seseorang yang sering aku perintahkan untuk mendoakanku agar aku mencapai mimpi indah agar dapat menuju tempat terindah di dunia! Ka’bah Allah!  Seseorang yang sering aku mintai pertolongan untuk membelikanku es di warung. Sesorang yang senantiasa menanti keberhasilan ku! Biar aku bisa beliin dia motor katanya =,=

Bukan hanya keluarga, aku juga mempunyai mbah-mbah yang tangguh dan saudara-saudara yang seringkali saling bahu membahu untuk menolong satu sama lain.

Teman-teman dan sahabat-sahabatku...

Guru-guruku...

Pengalaman-pengalamanku...
Aku juga saaaaaaaaaayaaaang mereka!


Bagaimana aku harus menyerah jika aku memiliki begitu banyak orang-orang luar biasa di sekelilingku! Jika Aku menyerah! Itu bukan Anggun Tifani! Hehe! :D

0 komentar:

Posting Komentar